ACAPOKER menyediakan games TEXAS HOLDEM POKER

mainkan game poker online dan domino QQ terbaru

Daftar Sekarang Juga!

3 Eksperimen Paling Kejam yang Pernah Dilakukan di Dunia

 3 Eksperimen Paling Kejam yang Pernah Dilakukan di Dunia



ACA POKER - Dunia telah mencatat terdapat sejumlah eksperimen paling kejam yang pernah dilakukan. Dikutip dari Live Science, para korban mendapatkan penyiksaan sampai tewas dengan cara yang mengenaskan.

Peristiwa ini menjadi catatan bagi ilmu pengetahuan untuk lebih mengedepankan etika ketika riset. Di kemudian hari, generasi terbaru suatu negara atau pihak lain yang para pendahulunya terlibat dalam riset yang tidak bermoral harus memenuhi ganti rugi.


Berikut ini merupakan beberapa penelitian yang dianggap paling tidak bermoral hingga saat ini. Arsip dari eksperimen ini masih tersimpan di universitas ataupun museum.


1. Riset Sifilis Guatemala


Profesor Wellesley College, Susan Reverby menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Guatemala mensponsori penelitian yang dilakukan antara tahun 1946-1947. Eksperimen dijalankan dengan menginfeksi para tahanan dan juga pasien rumah sakit jiwa dengan virus penyakit sifilis.


Eksperimen diadakan untuk menguji bahan kimia yang mencegah penyebaran penyakit. Untuk mereka yang menderita sifilis pada kemudian diberikan penisilin. Reverby menyebutkan bahwa tidak ada catatan mengenai tindak lanjut atau persetujuan dari para korban eksperimen itu.


Pada 1 Oktober 2010, Hillary Clinton sebagai Menteri Luar Negeri dan Sekretaris Kementerian Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan AS Kathleen Sebelius mengatakan permintaan minta maaf. Peristiwa tersebut diharapkan tidak akan terulang kembali sebab melanggar kemanusiaan.


2. Eksperimen medis Nazi


Eksperimen Nazi ini bisa jadi eksperimen paling kejam yang paling kejam di dunia dengan peringkat pertama. Penelitian dijalankan oleh seorang dokter SS di Auschwitz Josef Mengele. Dia memantau kereta yang datang dan mencari orang-orang kembar untuk dijadikan sebagai bahan eksperimen. Mangele bermaksud untuk membuktikan teorinya terkait supremasi ras Arya.


Nazi juga menggunakan para tahanan untuk mengetes pengobatan penyakit menular dan juga perang kimia. Sebagian dari mereka dimasukkan paksa ke dalam ruang beku dan juga bertekanan rendah sebagai bagian dari riset penerbangan.


3. Japan's Unit 731


Sepanjang tahun 1930-an dan 1940-an, Kekaisaran Jepang melakukan perang biologis dan tes medis terhadap warga sipil yang sebagian besar berada di China. Walaupun jumlah korban tewas tidak diketahui secara pasti namun berdasarkan laporan New York Times pada tahun 1995, diprediksi 200 ribu orang telah meninggal.


Sejumlah bentuk kekejamannya ialah menginfeksi sumur dengan kolera, tifus dan juga kutu yang tersebar di sejumlah kota di China. Kemudian tahanan digiring dalam kondisi cuaca dingin untuk menentukan pengobatan terbaik bagi mereka yang mengidap radang dingin.


Sejumlah mantan anggota unit tersebut juga menyebutkan bahwa para tahanan diberi gas beracun kemudian dimasukkan ke dalam ruang bertekanan tinggi. Tahanan juga ada yang dibedah dalam keadaan hidup dan tanpa obat bius.


Situs Poker OnlinePoker88Agen Judi Poker OnlineACA Poker

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.