Pemerintahan Bayangan Myanmar Serukan Pemberontakan Terhadap Junta
ACA POKER - Pengunjuk rasa menggelar aksi protes terhadap kudeta militer di Kota Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). Mereka menuntut pembebasan pemimpin terpilih Myanmar Aung San Suu Kyi. ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/wsj.
Pemerintah bayangan Myanmar, nama lain dari National Unity Government (NUG), menyerukan pemberontakan terhadap junta pada Selasa (7/9/2021). Seruan itu mengindikasikan NUG mulai mengadopsi pendekatan militer untuk menggulingkan junta, di samping pendekatan politik yang mendesak birokrat untuk meninggalkan kantor.
Presiden NUG, Duwa Lashi La, melalui sambutannya mengatakan Myanmar saat ini dalam keadaan darurat. Sekedar mengingatkan, NUG sebagian besar diisi oleh politisi dari rezim Aung San Suu Kyi yang digulingkan pada Februari lalu.
NUG mendesak birokrat yang ditunjuk oleh junta untuk meninggalkan jabatannya
Beberapa penentang kekuasaan militer bersatu dan membentuk kelompok bersenjata yang disebut Tentara Pertahanan Rakyat. Mereka juga menjalin aliansi dengan beberapa milisi etnis yang telah lama berperang melawan tentara Myanmar.
"Perang defensif telah diluncurkan, (yaitu) pemberontakan melawan kekuasaan teroris militer yang dipimpin oleh Min Aung Hlaing di setiap sudut negara," kata Duwa, dikutip The Straits Times.
Setidaknya ada 14 poin yang diserukan Duwa. Selain menyerukan perang defensif, ia juga mendesak para administrator atau birokrat yang ditunjuk oleh junta untuk meninggalkan jabatannya.
Kemudian, dia mendesak pasukan keamanan untuk bergabung dengan Tentara Pertahanan Rakyat, membantu angkatan bersenjata etnis yang berperang dengan militer di perbatasan.
Gerakan perlawanan belum terkoordinasi
Meskipun milisi berada di bawah panji yang sama, gerakan perlawanan yang dilancarkan lebih sporadis dan tidak terkoordinasi. Belum diketahui pasti apakah seruan Dawu itu mengindikasikan bahwa Tentara Bela Rakyat akan bergerak lebih terstruktur dan terkoordinasi.
Di sisi lain, tidak pernah ada laporan berapa jumlah pasukan di Tentara Bela Rakyat. Baik NUG maupun Tentara Pertahanan Rakyat tidak dibentuk segera setelah kudeta dilancarkan dengan tujuan melemahkan kekuatan militer.
Junta telah melabeli NUG dan afiliasinya sebagai kelompok teroris dengan tuduhan menghasut dan mendanai kerusuhan di berbagai daerah. Untuk itu, junta melarang warga dan jurnalis berinteraksi dengan anggota NUG.
Utusan Khusus ASEAN ingin memasuki Myanmar secepatnya
Seperti dilansir Reuters, Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar, Erywan Yusof mengatakan, pihak berwenang Myanmar telah menyepakati gencatan senjata agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke negara itu.
Yusof pada dasarnya ingin memasuki Myanmar secepat mungkin. Namun, dia belum mendapatkan jaminan akses ke semua pihak, termasuk akses untuk berkomunikasi dengan Suu Kyi dan Presiden terguling Win Myint.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta pada 1 Februari 2021. Pengejaran agresif militer terhadap kekuasaan dari gerakan pembangkangan sipil telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, kelompok pemantau lokal melaporkan.






Leave a Comment