ACAPOKER menyediakan games TEXAS HOLDEM POKER

mainkan game poker online dan domino QQ terbaru

Daftar Sekarang Juga!

Drone Milik AS Luncurkan Rudal Hellfire Targetkan ISIS-K

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


ACA POKER - Sebuah drone Amerika Serikat (AS), Reaper, telah meluncurkan rudal Hellfire yang menargetkan anggota pasukan ISIS-K pada 29 Agustus 2021. Namun, dalam penyelidikan oleh beberapa media besar AS, rudal tersebut menewaskan seorang pekerja bantuan kemanusiaan.


Serangan pesawat tak berawak AS diluncurkan untuk memburu pasukan ISIS-K yang terkait dengan bom bunuh diri di bandara Kabul pada 26 Agustus 2021. Ledakan bom bunuh diri itu menewaskan ratusan warga Afghanistan, termasuk pasukan Taliban, dan 13 tentara AS.


'Kami cinta Amerika'

https://twitter.com/evanhill/status/1436422176425578496?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1436423489553113107%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es2_&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fnews%2Fworld%2Fpri-145%2Fserangan-drone-as-di-afghan-tewaskan-pekerja-kemanusiaan-c1c2


Bom bunuh diri di bandara padat Kabul pada akhir Agustus datang sebagai kejutan. Serangan yang diklaim oleh ISIS-K tersebut memicu kemarahan AS yang sedang melakukan proses evakuasi, sehingga saat itu Presiden Biden bersumpah untuk memburu ISIS-K.


Pada tahap awal perburuan, pasukan AS menggunakan drone Reaper yang dipersenjatai dengan rudal Hellfire canggih. Serangan balas dendam dari pesawat tak berawak itu dilaporkan menghantam anggota ISIS-K di dekat daerah perumahan di Kabul, pada 29 Agustus.


Namun dalam penyelidikan independen lebih lanjut oleh media besar AS seperti New York Times dan The Washington Post, serangan pesawat tak berawak itu tidak membunuh anggota ISIS-K tetapi membunuh pekerja kemanusiaan dan keluarga mereka.


Dilansir dari The Guardian, pekerja kemanusiaan yang dimaksud adalah Zemari Ahmadi yang bekerja untuk organisasi Nutrition & Education International (NEI) yang berbasis di California. Ahmadi ditugaskan mengantar rekan-rekannya di beberapa tempat di Kabul.


Direktur NEI Afghanistan, yang tidak mau disebutkan namanya karena takut akan ancaman Taliban, mengatakan "kami tidak ada hubungannya dengan terorisme atau ISIS. Kami mencintai Amerika. Kami ingin pergi ke sana," jelasnya. Misi NEI sendiri adalah memerangi malnutrisi di banyak negara.


Serangan pesawat tak berawak AS dianggap 'serangan yang benar'

https://twitter.com/NPR/status/1436862400402235392?s=20


Serangan pesawat tak berawak AS pada 29 Agustus dianggap sebagai serangan terbaru di Afghanistan. Serangan itu menewaskan 10 orang yang, menurut militer AS, menargetkan seorang pembom bunuh diri yang telah merencanakan serangan serupa di bandara Kabul sebelumnya.


Menurut Business Insider, pejabat militer AS bersikeras bahwa serangan pesawat tak berawak itu adalah "serangan yang benar" terhadap anggota ISIS-K. Pengintaian telah dilakukan setidaknya selama delapan jam dan tersangka yang menjadi sasaran diduga memuat bahan peledak ke dalam kendaraan.


Selain itu, menurut Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan AS, tersangka diduga mengunjungi rumah persembunyian teroris yang terkenal kejam.


Pentagon sejauh ini belum mau mengomentari investigasi independen yang dilakukan media AS.


Di sisi lain, Departemen Pertahanan AS sedang melakukan penyelidikan sendiri atas serangan tersebut. Investigasi dari media AS belum konklusif.


Tujuh anak termasuk di antara korban serangan pesawat tak berawak AS

https://twitter.com/ckoettl/status/1436423693178220546?s=20


Selain Zemari Ahmadi, yang menurut investigasi media AS adalah pekerja kemanusiaan, anggota keluarganya juga tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS.


Dari 10 orang yang tewas dalam serangan rudal tersebut, menurut NPR, tujuh di antaranya adalah anak-anak. Ahmadi meninggal ketika Corolla putih yang dikendarainya diparkir di dekat rumahnya ketika rudal menghantam.


Jika sejauh ini laporan serangan mengatakan ada dua ledakan, maka para ahli mengatakan ledakan pertama berasal dari rudal Hellfire dan ledakan berikutnya dari tangki bahan bakar kendaraan.


Ferenc Dalnoki-Veress, profesor di Institut Studi Internasional Middlebury menjelaskan "teori saya adalah: Hellfire itu sendiri memecahkan tangki bensin, melepaskan uapnya, dan karena api yang terjadi beberapa saat kemudian, meledak dan menyebabkan sesuatu yang mungkin seperti ledakan," dia menjelaskan.


Presiden NEI Steven Kwon berkomentar "kami mencoba membantu orang. Mengapa kami harus memiliki bahan peledak untuk membunuh orang?" dia berkata. Dia mengakui bahwa Corolla putih yang terkena rudal Hellfire milik organisasi tersebut.


Dalam investigasi yang dilakukan oleh media AS, tangki yang diduga oleh militer sebagai bahan peledak sebenarnya adalah tangki berisi air bersih, yang dibawa Ahmadi dari kantor untuk dibawa pulang.


Seorang kerabat Ahmadi bernama Emal mengatakan "mereka semua (korban) tidak bersalah. Anda mengatakan dia adalah ISIS, tetapi dia bekerja untuk Amerika," jelasnya seperti dikutip The Guardian.


Serangan militer AS menggunakan drone adalah salah satu strategi yang paling kontroversial. Sejak Januari 2004, diperkirakan antara 4.126 dan 10.076 orang telah terbunuh oleh serangan-serangan ini di Afghanistan dan antara 300 dan 909 orang adalah warga sipil.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.