7 Dampaka Negatif saat Cukur Bulu Kemaluan
Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock
ACA POKER - Mencukur rambut kemaluan bukanlah hal yang aneh. Banyak orang melakukannya karena mereka ingin merasa bersih dan nyaman, dan membiarkannya tumbuh terkesan jorok. Padahal, seperti dilansir Center for Young Women's Health, mencukur rambut kemaluan tidak berdampak positif bagi kesehatan, malah berisiko melukai diri sendiri.
Padahal, bulu atau rambut kemaluan memiliki fungsi tersendiri bagi tubuh. Mulai dari melindungi diri dari infeksi penyakit menular seksual, hingga mengurangi gesekan saat berhubungan seks.
Memang, tidak ada yang melarang mencukur bulu kemaluan. Namun, ada baiknya untuk mempertimbangkan berbagai risiko efek samping yang dapat terjadi seperti yang dijelaskan di bawah ini.
1. Ruam bisa terjadi jika seseorang mencukur dengan gunting atau alat cukur
Mungkin para pria lebih memahami hal ini, mengingat mereka juga mencukur jenggot atau kumis mereka. Mencukur dengan alat tajam bisa melukai kulit, apalagi jika tidak dilakukan dengan benar. Jika ruam di wajah yang muncul setelah bercukur terasa nyeri, bayangkan jika ada di area kemaluan.
2. Kamu bisa mendapatkan luka bakar karena menggunakan bahan kimia
Ada banyak cara untuk menghilangkan rambut kemaluan. Salah satunya adalah waxing yang banyak dilakukan wanita. Jika ada bahan kimia dalam lilin yang digunakan, beberapa orang mungkin akan mengalami reaksi alergi. Dampaknya adalah sensasi terbakar dan terbakar di area kemaluan.
3. Kamu bisa merasakan gatal dan kemerahan
Layaknya rambut di kepala, rambut kemaluan akan tumbuh jika kamu mencukurnya. Masa pertumbuhan akan membuat kamu merasa gatal. Jika digaruk, terutama secara kasar, dapat menyebabkan luka dan rawan infeksi. Paling sering kondisi ini akan diikuti dengan kemerahan di sekitar area kelamin.
4. Kamu lebih berisiko terserang penyakit
Dilansir Healthline, rambut kemaluan memiliki fungsi melindungi alat kelaminmu dari bakteri dan mikroorganisme lain, seperti bulu mata atau bulu hidung. Jika dicukur, fungsi ini akan hilang sehingga meningkatkan risiko tertular penyakit menular seksual.
Ada kondisi yang disebut ganFournier’s gangrene, yaitu penyakit kelamin pria yang berasal dari gangren. Gangren adalah suatu kondisi jaringan tubuh yang mati karena kehilangan suplai darah akibat penyakit, cedera, atau infeksi. Kondisi ini tergolong langka, diperkirakan terjadi pada 1 dari 7.500 orang. Namun, Fournier’s gangrene termasuk dalam kategori darurat medis yang konsekuensinya bisa fatal jika tidak segera ditangani.
Bagaimana dengan risiko penyakit menular seksual? Menurut sebuah studi tahun 2019 dalam jurnal PLOS One, partisipan wanita yang melakukan waxing atau mencukur rambut kemaluan mereka - praktik 'womanscaping' - tampaknya tidak memiliki resiko lebih tinggi tertular penyakit menular seksual.
Meski para ahli menganggap mencukur rambut kemaluan aman, tetap ada resikonya. Luka yang tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan infeksi dan iritasi berupa ruam kemerahan setelah pencukuran (razor burn).
5. Kamu bisa mengalami jerawat di area kemaluan
Jerawat bisa muncul di area kemaluanmu dan salah satu penyebabnya adalah karena mencukur bulu kemaluan. Ketiadaan rambut di sana bisa menyebabkan bakteri menginfeksi kulit dan menyebabkan jerawat. Bisa juga karena jerawat merupakan kondisi rambut yang tumbuh kembali, namun terjebak di lapisan kulit.
6. Kamu bisa terkena infeksi jamur
Kandidiasis vaginalis merupakan risiko yang harus diwaspadai. Ini adalah infeksi akibat jamur Candida. Gejalanya meliputi:
Nyeri atau ketidaknyamanan saat buang air kecil
Nyeri saat berhubungan seksual
Keputihan abnormal yang berwarna putih susu dan lendir kental dengan tekstur seperti keju cottage
Kemerahan, sensasi terbakar, bengkak, dan luka pada dinding vagina pada infeksi berat
Vagina gatal dan nyeri
Dilansir dari Mayo Clinic, infeksi bisa didapat saat melakukan hubungan seksual dan ada risiko lebih besar tertular saat rambut kemaluan dicukur.
7. Kamu bisa terkena infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Kondisi ini akan membuat kamu merasa nyeri saat buang air kecil dan bisa membuatmu buang air kecil berdarah. Jika tidak ditangani, infeksi saluran kemih dapat menyebar lebih luas dan menjadi lebih sulit diobati.
Itulah beberapa pertimbangan mengenai risiko efek buruk mencukur rambut kemaluan. Tapi pilihan untuk mencukur atau tidak kembali ke masing-masing orang. Jika tetap ingin bercukur, lakukan dengan benar dan jaga kebersihan area kemaluan.






Leave a Comment