ACAPOKER menyediakan games TEXAS HOLDEM POKER

mainkan game poker online dan domino QQ terbaru

Daftar Sekarang Juga!

Penjelasan soal Himalayan Salt Baik untuk MPASI Anak

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


ACA POKER - Garam Himalaya atau himalaya salt dianggap lebih bergizi dibandingkan garam biasa, sehingga dikatakan baik untuk makanan pendamping ASI bagi bayi dan anak-anak. Tak sedikit orang tua yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk membeli garam berwarna pink ini. Benarkah Himalayan Salt baik untuk makanan padat?


Himalayan Salt adalah garam merah muda yang ditemukan di pegunungan Himalaya, seperti Pakistan. Selain warnanya yang unik, Himalayan Salt juga mengandung lebih banyak mineral, seperti magnesium, dibandingkan garam biasa.


Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang dapat memastikan bahwa Himalayan Salt lebih sehat untuk dikonsumsi, termasuk oleh bauyi dan anak-anak.


Fakta tentang Manfaat Himalayan Salt untuk MPASI


Semua orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Oleh karena itu, sebagian dari mereka mulai melirik Himalayan Salt sebagai bumbu pelengkap makanan karena dianggap lebih bergizi.


Namun, sebelum memberikannya kepada si kecil, ada baiknya kamu mengetahui beberapa fakta tentang manfaat Himalayan Salt berikut ini:


Kandungan Gizi Himalayan Salt


Dari segi komposisi, jika dibandingkan dengan garam meja biasa, jenis garam ini memang mengandung berbagai mineral lain, seperti zat besi, seng, kalsium, magnesium, dan kalium.


Meski kandungan mineralnya lebih lengkap, sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara manfaat Himalayan Salt dan garam meja. Karena jumlah kandungan mineralnya hanya sedikit dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.


Garam biasa mengandung sekitar 2350 miligram sodium per sendok teh, sedangkan Himalayan Salt hanya mengandung sekitar 1700 miligram sodium. Dari perbandingan ini, kita dapat melihat bahwa Himalayan Salt tidak lebih unggul dari garam meja.


Himalayan Salt Tidak Mengandung Yodium


Himalayan Salt tidak mengandung yodium seperti garam meja biasa. Padahal, mineral ini penting untuk mengontrol proses pertumbuhan dan metabolisme tubuh anak.


Jika anak tidak mendapatkan asupan yodium yang cukup, ia dapat mengembangkan kelenjar tiroid atau gondok yang membesar. Kondisi ini dapat mempengaruhi produksi hormon, menyebabkan anak mengalami kesulitan bernapas, menyebabkan hipotiroidisme, dan menghambat proses tumbuh kembang kecerdasan anak.


Beberapa Produk Himalayan Salt Mengandung Zat Berbahaya


Perlu kamu ketahui juga bahwa beberapa produk Himalayan Salt mungkin mengandung zat beracun, seperti arsenik, merkuri, kadmium, dan timbal. Zat berbahaya tersebut mungkin terkandung dalam produk Himalayan Salt yang tidak mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).


Jika dikonsumsi secara berlebihan, berbagai zat berbahaya dapat mengganggu kesehatan dan perkembangan anak.


Dari penjelasan di atas, memberikan Himalayan Salt pada makanan pendamping ASI anak bukanlah hal yang dilarang, namun juga bukan hal yang wajib. Dibandingkan dengan garam meja, tidak ada yang istimewa dari Himalayan Salt, kok. Kamu bisa menggunakan garam meja atau Himalayan Salt untuk membumbui masakan kamu.


Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menemukan bahwa Himalayan Salt terbukti lebih sehat atau lebih baik untuk anak-anak, jika dibandingkan dengan garam biasa.


Namun, ingat. Batasan pemberian garam untuk bayi usia 6-12 bulan kurang dari 1 gram atau tidak lebih dari 1/4 sendok teh per hari. Sedangkan jumlah asupan garam yang dianjurkan untuk balita tidak lebih dari 2 gram atau sekitar 1/3 sendok teh per hari.


Jika kamu ingin memasukkan Himalayan Salt ke dalam makanan si kecil, pastikan untuk memberikannya dalam jumlah yang tepat dan pilihlah produk yang sudah bersertifikat BPOM, ya.


Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian si kecil, kamu juga perlu memberinya makanan sehat, seperti rumput laut, susu atau produk olahan lainnya, telur, buah, sayuran, kacang-kacangan, dan makanan laut.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.